Seruan Paskah, Kemenag Ajak Gereja Muliakan Kehidupan di Tengah Wabah Covid-19

Jakarta, Posbaru.com – Kemenag telah mengeluarkan imbauan agar umat Kristen melaksanakan ibadahnya di rumah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Seruan ini dikeluarkan Kemenag terkait Umat Kristen akan memperingati Jumat Agung dan Paskah Tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 10 dan 12 pekan ini.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Thomas Pentury di Jakarta, Kamis (09/04/2020). mengatakan seruan Paskah Kristus ini dilakukan melalui layanan Flyer yang disebar kepada gereja-gereja di seluruh Indonesia.

 “Saya mengajak seluruh umat Kristen Indonesia untuk menjadi gereja yang menghargai, merawat dan memuliakan Kehidupan,” terang Thomas.

Mari menjadi gereja yang bangkit, bersaksi, dan solid melayani dalam masyarakat yang majemuk di tengah realitas keragaman denominasi Gereja, lanjutnya.

Thomas mengajak umat Kristen menjadi gereja yang terus menerus mengembangkan wawasan teologis, wawasan oikoumenis, wawasan kebangsaan sehingga makin mampu berkiprah dengan cerdas dan bernas di tengah pertarungan global.

“Kepada seluruh umat Kristen Indonesia, saya mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2020. Kiranya dengan semangat Paskah kita dimampukan untuk mengukir karya terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara kita tercinta demi pemuliaan nama Tuhan,” pesannya.

Thomas mengutip seruan Kemenag mengatakan, perayaan Paskah tahun ini dilaksanakan secara spesifik dan aksentuasi yang amat khusus, oleh karena suasana kehidupan bangsa  dan dunia internasional tengah menghadapi terpaan pandemik Covid-19 yang telah menimbulkan ketakutan, cemas, panik sebagai akibat ada ribuan orang direnggut nyawanya oleh Covid-19.

Hari Raya Paskah dalam konteks merebaknya pandemik Covid-19 yang mematikan ribuan orang menyajikan sebuah paradoks yang amat jelas tatkala Paskah dipahami, dimaknai, dan diimani justru sebagai peristiwa kebangkitan Yesus dari kematian,kutipnya.

“Kebangkitan Kristus adalah wujud kasih Allah kepada manusia yang mengakhiri kuasa kematian dan menggantikannya dengan kuasa kehidupan. Yesus sendiri yang menegaskan bahwa Ia concern dan berpihak kepada kehidupan,” paparnya.

Merayakan Paskah tidak berarti lain kecuali mengembangkan terus sikap yang menghargai dan memuliakan kehidupan dalam kenyataan praktis. Umat Kristen dalam suasana apapun, tetap memperingati Hari Raya Paskah dengan ungkap syukur dan sukacita sebab Paskah memberikan optimisme baru serta kehidupan yang lebih prospektif.

Dalam perspektif teologis, perayaan Paskah sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian merupakan inti dan dasar dari seluruh konstruksi kekristenan. Alkitab menegaskan “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (1 Kor 15:14) Yesus hidup, Yesus bangkit, Yesus melawan kematian.

Dalam konteks itu kami mendorong gereja-gereja untuk melaksanakan aktivitas peringatan Paskah, termasuk sakramen Perjamuan Kudus dengan mempertimbangkan berbagai protokol yang telah disusun Pemerintah. dan pedoman yang disusun oleh lembaga Gerejawi, tegasnya.

“Ini dilakukan dalam upaya bersama memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 di wilayah kita masing-masing,” kutipnya.

Dalam seruan tersebut, Kemenag berharap dalam rangka merayakan Paskah tahun 2020, kami mengajak seluruh  umat Kristen Indonesia untuk menjadi Gereja yang menghargai, merawat dan memuliakan Kehidupan serta menjadi gereja yang Bangkit, Bersaksi, dan Solid Melayani dalam masyarakat yang majemuk di tengah realitas keragaman denominasi Gereja, kutipThomas.

Menjadi Gereja yang terus menerus mengembangkan wawasan teologis, wawasan oikoumenis, wawasan kebangsaan sehingga makin mampu berkiprah dengan cerdas dan bernas di tengah pertarungan global, tambah Thomas. Kepada seluruh umat Kristen Indonesia di manapun berada, saya mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2020, kiranya dengan semangat Paskah kita dimampukan untuk mengukir karya terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara kita tercinta demi pemuliaan nama Tuhan.