Sri Mulyani Sampaikan Realisasi APBN 2020

Jakarta, Posbaru – Akibat Pandemi COVID-19, Indonesia mengalami pertumbuhan merosot pada sektor perekonomian. Pada kuartal I terjadi penurunan drastis yakni penurunan pertumbuhan di kisaran 3%, hal ini cukup merupakan penurunan yang cukup tajam dibanding pertumbuhan diatas 5%.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, menurutnya pada kuartal kedua pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi menggunakan titik di -3,8 sehingga di semester I range pertumbuhan ekonomi adalah -1,1 sampai -0,4.

Hal itu mengakibatkab postur APBN mengalami perubahan, bahkan di yahun ini APBN sudah dua kali dilakukan perubahan.

Pada APBN awal, pendapatan negara adalah sekitar Rp2.233,2 triliun namun mengalami penurunan menjadi Rp.1760 trilun dan mengalami penurunan lagi menjadi Rp1.699,9 triliun. Hal tersebut disebabkan karena adanya penurunan penerimaan negara sekitar 10% dan insentif yang dikeluarkan pemerintah.

Kemudian inflasi mengalami penurunan yang lebih diakibatkan daya beli masyarakat dampak dari COVID-19 yang menjadikan permintaan melemah.

Lalu SPN 3 bulan juga mengalami penurunan namun sekarang harus melihat pada surat berharga jangka panjang yang alami dampak lebih akibat ada kepanikan di sisi pasar keuangan dan pasar surat berharga. Walaupun demikian, nilai tukar masih tetap.