Surat Edaran Gugus Tugas Tentang Aturan Jam Kerja

Jakarta, Posbaru – Untuk menyikapi situasi kepadatan dan jaga jarak, Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pengaturan Jam Kerja pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Achmad Yurianto, Juru Biara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, menyebutkan bahwa berdasarkan data satu moda transportasi, seperti commuter line atau KRL, lebih dari 75% penumpang adalah para pekerja.

“Kalau kita perhatikan detail pergerakannya, hampir 45% mereka bergerak bersama-sama di sekitar jam 5.30 sampai 6.30,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, konsisi ini berisiko karena para pekerja berangkat secara bersamaan pada jam yang hampir sama.

Oleh sebab itu, Gugus Tugas Pusat mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020, yang akan mengatur dua tahapan awal mulai bekerja dan diharapkan berimplikasi pada akhir jam kerja.

Pada gelombang pertama, seluruh instansi yang memperkerjakan ASN, BUMN, dan swasta, akan menggunakan dua tahap. Tahap pertama yakni akan memulai pekerjaan mulai jam 07.00 – 07.30 WIB. Diharapkan dengan 8 jam kerja akan mengakhiri pekerjaannya di pukul 15.00 atau 15.30 WIB.

Untuk gelombang kedua, mulai bekerja pada pukul 10.00 – 10.30 yang diharapkan akan mengakhiri jam kerja pada pukul 18.00 – 18.30 WIB. Upaya ini dilakukan agar pedoman kesehatan, khususnya Jaga Jarak bisa dilakukan dengan efektif.

Selanjutnya Yuri juga mengatakan terkait pekerja berisiko tinggi terpapar dan berdampak buruk seperti yang memiliki penyakit komorbid, yakni hipertensi, diabetes ataupun kelainan penyakit paru obstruksi menahun dapat diberikan kebijakan untuk bekerja dirumah.

Selain itu, pekerja yang masuk kelompok usia lanjut diharapkan dapat bekerja di rumah, karena sangat rentan terpapar virus COVID-19.

Surat Edaran ini mulai diterapkan pada hari ini, Senin (15/06/20), agar penerapannya dapat optimal dalam pengendalian penularan COVID-19.