Susu Jabar Untuk Masyarakat Jabar

Kota Bandung, Posbaru – Untuk sediakan komoditas susu dalam paket bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng para peternak sapi perah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Jafar Ismail, menurutnya keterlibatan peternak sapi perah bisa meggerakan ekonomi masyarakat karena penyedia pangan sapi pun terlibat dalam proses produksi susu.

Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 tercatat ada 120.716 ekor sapi perah di Jabar, dan pada tahun tersebut produksi susu mencapai 310.885 ton dengan konsumsi susu 8.33 Kg per kapita.

Berdasarkan data tersebut, pihaknya masih deficit 58 ribu ton susu cair namun penyerapan susu di tengah pandemic mengalami penurunan, untuk itu dengan adanya komoditas susu dalam paket bansos penyerapannya akan kembali meningkat.

Sebab susu juga mengandung protein yang sama bagusnya dengan telur, kemudian susu dengan metode pengawetan Ultra High Temperature (UHT) dapat bertahan 6 hingga 9 bulan pada suhu ruangan, jadi pada pendistribusiannyapun akan aman.

Kemudian, menurut Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar, Dedi Setiadi menyebutkan, sekitar 16 koperasi susu dan 17 ribuan peternak sapi perah terlibat dalam penyediaan susu di paket bansos Jabar.

Selain itu, Dedi juga menyatakan bahwa Jabar merupakan provinsi pemasok susu sapi nasional dengan kualitas yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sudah berstatus super special grade.

Untuk itu dengan masuknya susu dalam komoditas bansos, tingkat konsumsi susu di masyarakat akan meningkat dan peternak sapi perah-pun mendapat kepastian, yaitu kepastian membayar, kepastian harga, serta kepastian penyerapan susu.

Dedi juga mengatakan Program Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Kang Emil) yakni “Susu Jabar untuk Masyarakat Jabar, harus mendapatkan apresiasi karena mampu menggerakan ekonomi masyarakat. Khususnya peternak sapi perah.