Tes Masif di Jawa Barat Sesuai dengan Pedoman WHO

Kota Bandung, Posbaru – Berli Hamdani Wakil Sekertaris Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat (Jabar) pastikan pelaksanaan tes masif baik rapid tes maupun swab tes di Jawa Barat mematuhi semua pedoman yang ditetapkan WHO dan Kementrian Kesehatan Respublik Indonesia.

Dirinya juga menyatakan bahwa dalam pedoman pencegahan pengendalian COVID-19 bagian strategi pencegahan dan pengendalian infeksi berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang disusun Kemenkes RI, sudah diatur rinci tentang apa saja yang mesti dilakukan tenaga kesehatan (Nakes).

Pertama nakes harus terapkan 5 momen kebersihan tangan,yaitu sebelum menyentuh pasien, melakukan prosedur kebersihan (aseptik), setelah berisiko terpajan cairan tubuh, setelah bersentuhan dengan pasien, dan bersentuhan dengan lingkungan pasien.

Selain itu,Berli juga mengatakan Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai nakes saat pelaksanaan tes masif disesuaikan dengan potensi penularan.

“APD yang disediakan setiap kegiatan tes masif disesuaikan dengan jumlah tenaga yang bertugas. APD terstandar minimal Level 1 untuk yang melakukan rapid test, sedangkan untuk yang melakukan tes swab minimal Level 2. Cara pemakaian dan pelepasan pun harus sesuai dengan pedoman yang ada,” ujarnya.

Kemudian setelah pelaksanaan tes, akan dilakukan pembersihan lingkungan, sterilisasi linen dan peralatan perawatan pasien. Lalu semua permukaan lingkungan akan dilap dengan air dan deterjen serta cairan disinfektan.

“Nakes yang sudah terlatih sesuai bidang tugasnya masing-masing. Bukan hanya nakes, tetapi seluruh petugas yang bertugas semuanya harus sudah terlatih dan menguasai bidang tugasnya masing-masing. Misalnya waktu pengambilan sampel harus sesingkat mungkin, dan tanpa ada kontak fisik dengan yang diperiksa,” ucap Berli.

Ia juga memastikan jika pengambilan specimen, pengepakan specimen, pengiriman specimen, tata kelola rapid tes antibody dan rapid tes antigen, konfirmasi laboratorium, tes masif di Jabar berjalan dengan pedoman dari Kemenkes RI. 

Berli juga meminta warga Jabar agar tidak takut untuk mengikuti tes masif, karena tujuannya untuk mencegah penyebaran COVID-19, mendapatkan peta sebaran yang komprehensif, membatasi ruang gerak virus, melacak kontak terpapar, serta mendeteksi keberadaan virus.