Tingkat Kesembuhan Tinggi, Doni Monardo Apresiasi Jabar

Kota Bandung, Posbaru – Per 27 Desember 2020 tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jaw Barat (Jabar) telah mencapai angka 83% dimana artinya berada diatas rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu 81,8%.

Sementara kasus meninggal akibat COVID-19 di Jabar yaitu 1,45% yang mana artinya dibawah rata-rata kasus meninggal akibat COVID-19 di Nasional yakni sebesar 2,9 %.

Terkait hal tersebut, Doni Monardo, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan apresiasi upaya Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar pada rapat yang digellar dengan Komite Kebijakan Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (28/12/20).

“Secara umum Jawa Barat cukup bagus dan kita harapkan lewat upaya pencegahan maka angka kasus harian bisa ditekan,” ujar Doni. 

Ketua Komite Kebijakan Jabar yang juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil (Kang Emil) melaporkan bahwa pada periode 21-27 Desember 2020 ada 4 daerah di Jabar berstatus Zona Merah (Risiko Tinggi), laporan tersebut berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jabar.

Empat daerah tersebut yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya, Kang Emil menyebutkan ada 18 daerah di Jabar berstatus Zona Oranye (Risiko Sedang) dan lima daerah lainnya berstatus Zona Kuning (Risiko Rendah).

“Dari aplikasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kita menemukan tingkat kepatuhan memakai masker paling tinggi adalah Kabupaten Subang, yakni 86,59 persen. Kepatuhan memakai masker paling rendah ada di Kabupaten Pangandaran, 55,42 persen,” ujarnya. 

“Jaga jarak paling tinggi disiplinnya Kota Cimahi, 91,52 persen. Dan paling rendah Kabupaten Tasikmalaya, 43,17 persen,” tambahnya. 

Selain itu, Kang Emil menegaskan bahwa pihaknya melarang perayaan Tahun Baru 2021 yang dapat menyebabkan kerumunan, dan larangan ini berlaku untuk perayaan tahun baru didalam maupun luar ruangan.

Kemudian, untuk mencegah lonjakan kasus positif COVID-19, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar telah menggelar rapid test antigen pada pelaku perjalanan dan wisatawan pada tanggal 23-27 Desember yang berlangsung di rest area 97B, 57A, 72A, 72B Tol Cipularang dan 86A, 86B, 101B, 102A Tol Cipali.

Yang mana ada sebanyak 42 dari 2.838 pelaku perjalanan dinyatakan positif COVID-19 dan diharuskan mengunjungi unit kesehatan terdekat untuk menjalani Swap test (UJi Usap) PCR serta menjalani karantina mandiri hingga hasil Swap test keluar.

Selain pelaksanaan rapid test antigen, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar memeriksa penerapan protokol kesehatan 3M di rest area Tol Cipali maupun Cipularang.

Kang Emil melaporkan, sampai saat ini, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar memiliki sekitar 60.000 alat rapid test antigen. 

“Sekitar 20 ribu dari BNPB untuk melengkapi suplai rapid test antigen di Jabar. Kami bangga karena sudah ada produk dalam negeri buatan Unpad. Itu akan menjadi andalan kami dalam melengkapi pergeseran rapid test antibody ke rapid test antigen,” katanya.