Anies dan Ormas Gerakan Rakyat, Mau Jadi Partai Politik atau Cuma Komunitas Penggemar?

POSBARU.COM. JAKARTA – Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) perdana pada Minggu, 13 Juli 2025, bertempat di Jakarta Pusat.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mengungkapkan bahwa arah politik ormas tengah dibahas secara serius oleh jajaran pimpinan.
“Apakah nantinya kami akan bertransformasi menjadi partai politik, membentuk kekuatan baru, atau menjalin kerja sama dengan partai yang sudah ada, semua itu sedang dalam tahap diskusi,” ujar Sahrin saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta.
Dinamika Pasca-Pilpres 2024
Gerakan Rakyat merupakan ormas yang dibentuk oleh sejumlah relawan dan pendukung Anies Rasyid Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024. Meskipun baru resmi dikukuhkan pada 27 Februari 2025, organisasi ini telah mulai melakukan konsolidasi struktur dan penjajakan arah gerak politik ke depan.
“Fokus kami sekarang adalah penataan struktur internal. Soal 2029, masih cukup jauh. Kami masih punya waktu untuk mempersiapkan diri secara matang,” tambah Sahrin.
Anies Baswedan Hadir, Tapi Belum Resmi Masuk Struktur
Rapimnas ini juga dihadiri langsung oleh Anies Baswedan. Meski begitu, status keterlibatan Anies di dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat masih belum ditetapkan secara formal.
Sahrin menegaskan bahwa komunikasi dengan Anies tetap berjalan intensif, namun pengukuhan resmi dinilai belum menjadi prioritas utama saat ini.
“Bagi kami, kehadiran dan dukungan moral Anies sudah sangat berarti. Apakah beliau akan masuk struktur atau tidak, itu bukan hal yang harus diburu-buru,” ucapnya.
Langkah Konsolidasi Menuju Akar Rumput
Gerakan Rakyat kini tengah fokus memperkuat fondasi organisasinya. Menurut Sahrin, yang terpenting saat ini adalah melakukan konsolidasi internal dan menjangkau dukungan hingga tingkat akar rumput.
“Tujuan utama kami saat ini adalah membangun kekuatan yang solid dan inklusif, agar bisa benar-benar merepresentasikan aspirasi masyarakat bawah,” ujarnya.
Meski masih bersifat wacana, peluang Gerakan Rakyat untuk bertransformasi menjadi partai politik tetap terbuka. Namun, menurut pimpinan ormas, keputusan tersebut tidak akan diambil secara tergesa-gesa.
Dengan dukungan simbolik dari Anies Baswedan dan proses konsolidasi yang sedang berjalan, Gerakan Rakyat tampaknya sedang mengukur kekuatan sebelum menentukan langkah besar selanjutnya menuju Pemilu 2029.