Pengertian Produksi Massal, Perencanaan, Ciri, dan Tahapan

Posbaru – Secara umum, pengertian produksi massal yang disebut juga dengan produksi terus menerus adalah pembuatan sebuah produk yang dilakukan dalam jumlah yang banyak secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Kegiatan tersebut dilakukan produsen mulai dari persiapan bahan baku menjadi bahan setengah jadi hingga barang yang siap di distribusikan.

Produksi massal juga dilakukan sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi dalam melakukan produksi yang disesuaikan dengan standar tertentu agar menciptakan sebuah produk yang banyak dalam waktu singkat.

Biasanya produsen akan melakukan hal ini menggunakan jasa pekerja atau teknologi seperti robot (mesin).

Selain itu, kegiatan produksi dalam jumlah yang besar harus terarah dan terukur, sehingga dengan sistem dan standar yang telah ditentukan dapat menghasilkan sebuah produk dalam satu hari dengan jumlah yang sama besarnya.

Perencanaan Produksi Massal

Merupakan sebuah proses perencanaan yang dilakukan untuk membuat (memproduksi) barang dalam periode waktu yang telah di jadwalkan dan disesuaikan dengan sumber daya seperti bahan baku, tenaga kerja, dan alat. Perencanaan tersebut meliputi:

  1. Jadwal penyelesaian produk
  2. Rencana produksi dan pengadaan barang dari pihak luar
  3. Persiapan rencana produksi
  4. Jadwal proses operasi setiap unit
  5. Menyampaikan jadwal pada konsumen (pemesan) produk

Selain itu, perencanaan produksi massal mempunyai beberapa tujuan penting diantaranya adalah memaksimalkan inventaris, perlengkapan, kepuasan konsumen, dan keuntungan serta meminimalkan biaya, perubahan tenaga kerja, dan perubahan nilai produksi.

Ciri-Ciri Produksi Massal

Berikut merupakan ciri-ciri produksi massal yang umumnya bisa dengan ditemukan:

  1. Di jual di pasar bebas
  2. Tingginya spesialisasi produk
  3. Mempunyai alur kerja seimbang
  4. Bertujuan menguasai pasar
  5. Produk yang dihasilkan berbiaya rendah dalam jumlah besar
  6. Di produksi secara berkelanjutan
  7. Terdapat standarisasi produk
  8. Memiliki stok produk yang memenuhi kebutuhan saat masa tunggu

Tahapan Produksi Massal

Secara umum, terdapat empat tahapan dalam kegiatan produksi massal, yakni:

1. Routing

Adalah kegiatan yang menentukan urutan proses produksi mulai dari bahan baku hingga menjadi sebuah produk yang siap di distribusikan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengawasi kualitas serta kuantitas dari tempat produksi, jumlah operasi, dan lain semacamnya.

Routing juga dapat berguna untuk menentukan urutan operasi yang paling murah dan terbaik untuk dilakukan sehingga semua lini produksi dapat merasakan kemudahan untuk mencapai tujuan produsen.

2. Scheduling

Adalah tahapan menetapkan jadwal proses produksi dengan tujuan menyelesaikan waktu operasi serta membuat daftar operasi manufaktur dari bahan yang berbeda-beda.

Tahapan ini juga berguna untuk mengetahui jumlah pekerjaan yang harus diperbaiki.

3. Dispatching

Sebuah tahap yang menjadi tanda bahwa proses produksi telah dilakukan dengan beberapa hal yang di atur di dalamnya seperti instruksi, bahan, alat, dan waktu mesin.

4. Follow Up

Dilakukan untuk menentukan berbagai macam kegiatan seperti pemesanan, pembelian, dan pengadaan untuk melakukan proses produksi dengan tujuan mengkoordinasikan segala perencanaan agar berjalan lancar tanpa hambatan.

Baca Juga: Pengertian Nepotisme Lengkap!

Sifat Produk dari Produksi Massal

Berikut ini adalah sifat produk dari produksi massal yang perlu kalian ketahui beserta penjelasannya:

1. Menghasilkan Produk Berjumlah Besar

Karena pembuatannya yang dilakukan secara terus menerus dan berurutan serta tidak akan berubah dalam waktu tertentu, maka produk yang dihasilkan pun pasti akan berjumlah besar.

2. Sistem Produksi Sesuai Urutan

Kegiatan produksi massal dapat menghasilkan produk yang dibuat secara berurutan atau disesuaikan dengan pola urutan.

Sehingga proses pengerjaannya di awali dari bahan baku hingga menjadi produk yang siap di distribusikan, sifat ini pun beralur maju dan tidak ada pencampuran sistem pembuatan.

3. Tenaga Kerja Sedikit

Fungsi mesin akan lebih diutamakan karena alat tersebut dapat membuat produk lebih cepat dengan hasil yang maksimal.

4. Bahan Baku yang Lebih Sedikit

Umumnya, persediaan bahan akan lebih sedikit karena tidak adanya stok terpakai, hal ini bisa terjadi karena kesalahan dalam perhitungannya.

5. Bahan Dipindahkan Menggunakan Mesin

Pemindahan bahan ke mesin pengolah dilakukan oleh sebuah alat atau mesin khusus agar proses meracik bahan baku menjadi efisien.

6. Pembuat Produk Khusus

Kebanyakan produksi massal diterapkan di perusahaan besar yang tenaganya didominasi oleh robot sehingga bersifat khusus, contohnya adalah robot pengolah bahan baku, peracik, dan lain sebagainya.

Demikianlah pengertian produksi massal lengkap dengan berbagai pembahasannya, kalian juga harus mengetahui bahwa produksi massal diluncurkan atau dilakukan pertama kali pada tahun 1926 oleh perusahaan mobil bernama Ford Motor Company.